Budidaya Ikan Jelawat dengan Pakan Alami Tambah Penghasilan

Advertisement

Budidaya Ikan Jelawat dengan Pakan Alami Tambah Penghasilan Di Update Juli 2018

Budidaya Ikan Jelawat caramancingikan.com Sudah tahu makanan ikan jelawat? Atau ingin tahu harga ikan jelawat mulai dari bibit?

Siapa sih yg tak kenal jelawat, salah satu jenis ikan konsumsi yg habitatnya banyak ditemukan di danau dan sungai, nama lain ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii)

Selain itu kini sudah tersebar luas di setiap kota, malah penyebaran ikan ini ditandai harga jual bibit ikan jelawat yg ekonomis.

Untuk itu, kesempatan bagi sobat nih bisa ikut andil dengan membuka usaha beternak jenis ikan yg memiliki potensial dikembangbiakkan.

Ikan jelawat banyak tersebar di daerah kalimantan. Meski masih belum begitu dikenal sebagai ikan budidaya, budidaya ikan jelawat kini sudah mulai dilakukan. 

Budidaya Ikan Jelawat

Budidaya Ikan Jelawat


Pembenihan 

Budidaya Ikan Jelawat Pembenihan



Ikan jelawat baru bisa dipijahkan secara buatan, sedangkan pemijahan secara alami masih belum banyak dilakukan. 

Adapun rangkaian proses pembenihan ikan jelawat dijelaskan sebagai berikut. 

Pemilihan induk 

Budidaya Ikan Jelawat



Induk yg ideal untuk digunakan dalam pemijahan mempunyai berat 2 – 4 kg dan berumur lebih dari 2 tahun. Fekunditas ikan ini berkisar 160.000 – 235.000 butir/kg induk. 

Induk yg digunakan tidak cacat fisik, baik bentuk badan atau sisiknya. Perlu di perhatikan, penanganan ikan berukuran lebih dari 4 kg akan lebih sulit dilakukan. 

Ciri Induk Ikan Jelawat Matang Gonad

Budidaya Ikan Jelawat



Pemilihan induk matang gonad bisa dilakukan dengan cara menangkap induk dan melakukan pengamatan secara seksama terhadap genital papila dan ciri sekunder lainnya. 

Pakan ikan jelawat betina, genital papilanya berwarna merah dan sirip dadanya terasa halus seandainya diraba. 

Sementara pada ikan jantan, genital papilanya berwarna merah dan berbentuk kerucut, sirip dada terasa kasar seandainya diraba, dan seandainya perutnya di urut akan mengeluarkan semen berwarna putih keruh. 

setelahitu, induk yg terpilih ditempatkan dalam wadah yg terbuat dari waring, bak, atau fiber berukuran 1m x1 m x 1 m. 

Induk jantan dan betina sebaiknya dipisahkan. Jumlah induk yg ditempatkan merupakan 5 – 10 ekor/wadah. 

Induk yg terpilih ditimbang satu per satu, lalu disuntik dengan hormon. 

Penyuntikan bisa dilakukan pada daerah punggung. seandainya menggunakan kalenjer hipofisa, dosis yg digunakan sebanyak 3 dosis. 

Satu bagian dosis diberikan pada penyuntikan awal, sedangkan 2 dosis sisanya pada penyuntikan akhir. seandainya menggunakan ovaprim, berikan dengan dosis 0,9 ml/kg. 

Pada penyuntikan awal, dosis yg diberikan sebesar 0,3 ml/kg dan 0,6 ml/kg sisanya diberikan pada penyuntikan akhir. 

Selang waktu antara penyuntikan pertama dan kedua merupakan 10 – 12 jam dan waktu pemijahan akan terjadi 8 – 10 jam setelah penyuntikan kedua. 

Induk jantan di suntik dengan dosis 1/2 dari dosis yg diberikan pada induk betina dan diberikan bersamaan dengan penyuntikan kedua pada induk betina. 

Proses budidaya ikan jelawat pertama kali harus mengeluarkan sperma dari induk jantan, berikut langkahnya. 

Sebagai catatan, induk jantan dibius terlebih dahulu dibandingkan induk betina. 

1) sebelum dilakukan pengurutan, dibius induk jantan dengan phenoxy etanol, MS222, atau minyak cangkih. dosis untuk pembiusan bisa diberikan sebanyak 3 ppm. 

2) angkat dan keringkan badan induk dengan kain, handuk, atau tisu, terutama pada bagian genital papilanya. 

3) posisikan kepala induk di sebelah kanan, sedangkan ekor digenggam dengan tangan kiri. 

4) urut abdomen ke arah genital papila dengan menggunakan jari tangan kanan. pada awal pengurutan, singkirkan urin yg keluar. 

5) tampung sperma yg keluar ke dalam syringe atau suntikan berukuran 10 ml yg telah di tambah larutan fisiologis. 

Proses pengeluaran telur dari induk betina dilakukan dengan langkah berikut. 

1) sebelum dilakukan pengurutan, bius induk betina dengan phenoxy etanol, MS222, atau minyak cangkih. dosis untuk pembiusan bisa diberikan sebanyak 3 ppm. 

2) angkat dan keringkan badan induk dengan kain, handuk, atau tisu, terutama pada bagian genital papilanya. 

3) posisikan kepala induk disebelah kanan, sedangkan ekor di genggam dengan tangan kiri. 

4) urut abdomen ke arah genital papila dengan menggunakan jari tangan kanan. pada awal pengurutan, keluar cairan ketuban berwarna bening, kemudian diikuti oleh telur. Telur yg baik berwarna kuning kehijauan dan berukuran seragam. 

5) tampung telur dalam wadah kering yg terbuat dari plastik berbentuk bulat atau persegi. 

Setelah sperma dan telur dikeluarkan dari masing-masing induk, langkah setelahitu merupakan melakukan pembuahan. 

Adapun langkah pembuahan ikan jelawat dilakukan dengan langah berikut. 

1) campurkan telur dengan sperma, lalu aduk dengan bulu ayam atau bahan lembut lainnya. Lakukan pengadukan sampai semua telur tercampur merata dengan sperma, sekira 1 menit. 

2) aktifasi sperma dengan cara menambahkan air sampai telur dan sperma terendam. diamkan selama 1 menit, lalu buang airnya. 

3) untuk menghilangkan kelebihan sperma, tambahkan air ke dalam campuran telur dan sperma hingga 2 – 3 kali. 

Baca juga: Nama-Nama Ikan Laut Terlengkap Beserta Gambarnya

Budidaya Ikan Jelawat – Pemeliharaan larva 

Budidaya Ikan Jelawat - Larva



Keberhasilan penetasan telur bisa dilakukan melalui pendekatan sifat telur setelah dibuahi. 

Telur ikan jelawat bersifat bouyant (mengapung) sehingga penetasannya Menggunakan corong penetas yg dilengkapi selang yg terbuat dari pralon.

Dengan begitu, telur bisa bergerak secara turbulensi karena pengaruh perputaran air yg keluar dan memantul dari dasar corong penetas. 

Kondisi ini bisa diciptakan dengan menempatkan telur pada wadah akuarium yg dilengkapi dengan aerasi. 

Kepadatan telur per corong berkisar 10.000 – 30.000 butir. Telur akan menetasdalam waktu 15 – 18 jam pada suhu 27 derajat c dengan kandungan oksigen 8 – 10 ppm. 

Dengan perlakuan tersebut, jumlah rata-rata telur yg menetas sebanyak 76-85%. 

Baca: Jenis Ikan Hias Air Tawar Aquarium Terindah

Cara pemanenan telur ikan jelawat:

Budidaya Ikan Jelawat



1) matikan aerasi, lalu diamkan selama 1 – 3 menit. 

2) sipon telur dengan selang plastik berdiameter 1 – 2 cm, lalu tampung larva pada wadah yg terbuat dari plastik, kaca, atau fiber. 

Perawatan larva bisa dilakukan dalam wadah akuarium dengan kepadatan berkisar 50 – 100 ekor/liter. Selama pemeliharaan, larva diberi pakan artemia. 

Pemberian pakan artemia dilakukan pada hari ke-2, merupakan saat kuning telur telah habis dan diberikan selama 4 hari. induk dengan berat 2,5 kg/ekor bisa menghasilkan 50.000 ekor benih. 

Baca ini: Cara Budidaya Ikan Lele dari Awal untuk Pemula

Budidaya Ikan Jelawat – Pendederan 

Budidaya Ikan Jelawat - Pendederan



Pendederan benih ikan jelawat bisa dilakukan dikolam setelah larva berumur 5-6 hari. 

Sebelum melakukan pendederan, kolam harus diberi pupuk terlebih dahulu, baik organik atau anorganik. kolam dibersihkan dan diberi kapur dengan dosis 25 g/m2 serta diberi pupuk organik dengan dosis 200 g/m2. 

setelahitu, kolam diberi naungan berupa plastik tranparan berupa plastik tranparan berlapis plastik warna coklat. 

Lembar plastik coklat digulung pada siang hari agar cahaya masuk sehingga pakan alami bisa tumbuh dalam kolam. 

Pakan yg digunakan berupa pakan komersial yg tersedia dipasaran. pendederan  bisa dilakukan di kolam selama 1 – 2 bulan sampai ikan berukuran 12 g/ekor. 

Baca juga yuk,.
Budidaya Ikan Di Pekarangan Rumah Tambah Penghasilan
Sistem Budidaya Ikan Nila Banyak Untung
Usaha Budidaya Ikan untuk Pemula Hasil Melimpah

Pembesaran Ikan Jelawat

Budidaya Ikan Jelawat - Pembesaran



Pembesaran ikan jelawat bisa dilakukan dikolam dan dilanjutkan dengan pemeliharaan di karamba. 

Budidaya Ikan Jelawat di kolam 

Budidaya Ikan Jelawat di kolam



Saat dikolam, benih ikan jelawat berukuran 40 g dipelihara dengan kepadatan tebar 10 ekor/m2. 

Ikan diberi pakan komersial atau pelet dengan kandungan protein 28% dan diberikan 3% bobot biomasa per hari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari. 

Pembesaran ini dilakukan selama 5 bulan pemeliharaan dan menghasilkan berat akhir sebesar  200 g/ekor. 

Budidaya Ikan Jelawat di karamba 

setelahitu, pemeliharaan ikan jelawat dilakukan dikaramba berukuran 1,2 m x 0,8 m x 1,1 m. Pada pembesaran ikan jelawat dikaramba, ikan dengan berat awal 200 g/ekor ditebar dengan kepadatan 75 ekor/karamba. 

Ikan diberi pakan komersial atau pelet dengan kandungan protein 28% yg diberikan sebanyak 3% berat biomasa per hari dengan frekuensi pemberian 3 kali dalam sehari. 

Pembesaran ikan jelawat ini dilakukan selama 6 bulan pemeliharaan dan menghasilkan ikan konsumsi dengan berat rata-rata 1.000 g/ekor.

Itulah sedikit ringkasan akan makalah budidaya ikan jelawat yg mudah dikerjakan baik di kolam terpal atau kolam tanah dengan pakan alami hemat biaya.

Advertisement
Budidaya Ikan Jelawat dengan Pakan Alami Tambah Penghasilan | Kamikaze | 4.5
Caramancingikan.com Merupakan Website Informasi Tentang Seputar Cara Memancing Dan Harga Alat Pancing Yang Bisa Anda Dapatkan Diberbagai Tempat Seperti di kota Bandung Soreang |Pematang siantar | Penajam (Kaltim) | Mataram (Lombok) | Lumajang | Melak | Pare-Pare | Mojokerto | Samarinda | Pangkalpinang | Pontianak | Probolinggo | Purwakarta (Jabar) | Purwokerto (Jateng) | Sidrap| Riau | Salatiga | Bekasi Cikarang | Bogor Cibinong| Ciamis| Cianjur Cianjur| Cirebon | Singkawang | Samboja (Kaltim) | Sangatta | Sanur | Soppeng| Sengkang | Sentul | Serang | Nganjuk | Nunukan | Padang | Mamuju | Palembang | Sidoarjo | Rembang | Singaraja | Pinrang | Sintang | Situbondo | Tangerang | Semarang | Sorong | Sorowako | Subang | Sumedang | Sukabumi | Surabaya | Tabanan |Ternate | Tanah Grogot (Kaltim) | Solo | Tanjung karang | Tanjung Pinang | Tanjung Tabalong | Yogyakarta| Tasikmalaya | Tana_Toraja | Tegal | Tenggarong | Timika | Mungkid | Pati | Pekalongan | Kajen | Pemalang | Tuban | Tulung Agung | Ungaran | Tarakan Bandung Barat Ngamprah | Garut | Indramayu | Karawang | Kuningan | Majalengka | Purwakarta | Subang | Sukabumi | Pelabuan ratu | Sumedang | Singaparna | Bandung | Banjar | Bekasi | Bogor | Cimahi | Cirebon | Depok | Sukabumi | Cisaat | Tasikmalaya | Banjarnegara | Banyumas | Purwokerto | Batang | Blora | Boyolali | Brebes | Cilacap | Jepara | Karanganyar | Kebumen | Kendal | Demak | Grobogan | Purwodadi | Klaten | Kudus | Magelang | Purbalingga | Purworejo | Rembang Rembang|Semarang Ungaran|Sragen Sragen Malinau | Manado | Manokwari | Kutai | Nabire | Negare (Bali) | Palopo | Palu | Polman | Merauke | Paser (Kaltim) | Pasuruan | Pati | Pekalongan | Pekanbaru | Bangkalan Bangkalan | Banyuwangi Banyuwangi | Blitar Kanigoro | Bojonegoro Bojonegoro | Bondowoso | Gresik | Jember | Jombang | Kediri | Lamongan | Lumajang | Madiun | Magetan | Malang | Kepanjen | Mojokerto Mojokerto | Nganjuk | Ngawi Ngawi | Pacitan | Pamekasan | Pasuruan | Ponorogo | Probolinggo | Kraksaan | Sampang | Sidoarjo | Situbondo | Sumenep | Trenggalek | Tuban | Tulungagung | Kota Batu | Kota Blitar | Kota Kediri | Kota Madiun | Kota Malang | Kota Mojokerto | Kota Pasuruan | Kota Probolinggo | Kota Surabaya