Kebutuhan Pakan Lele Per Hari Sampai Panen 1000 – 2000 Ekor

Advertisement

Kebutuhan Pakan Lele Per Hari Sampai Panen 1000 – 2000 Ekor Di Update Juli 2018

Kebutuhan Pakan Lele caramancingikan.com Pemberian pakan yg cukup memadai, baik jumlah ataupun kualitasnya pada lele yg di budidayakan pada kolam amat menentukan hasil kuantitas dan kualitas hasil panenan lele. 

Dengan pernyataan lain, pemberian pakan secara intensif pada lele yg dibudidayakan dalam kolam pemeliharaan hasilnya akan memuaskan. 

Secara intensif pakan yg diberikan pada lele yg dibudidayakan dikolam pembesaran sebanyak 3 kali sehari. 

Jadwal pemberian pakan merupakan pagi hari waktu 08.00 -09.00. sore hari jam 16.00-17.00, dan malam hari pada jam 20.00-22.00. Sebagai tambahan pada malam hari pakan juga mampu diberikan kepada lele. 

Meskipun terdorong keinginan agar lele cepat tumbuh bongsor hal itu tidak berarti diberikan pakan berupa pelet secara berlebihan. 

Secara teknis jumlah pelet yg diberikan pada lele dalam kolam andaikan sampai kelebihan justru akan menyebabkan berkurangnya kandungan oksigen. 

Dengan demikian kebutuhan pakan lele setidaknya ada dua kerugian andaikan pemberian pelet secara berlebihan adalah pemborosan pakan yg berarti pemborosan biaya dan minimalkan oksigen yg sangat dibutuhkan oleh lele untuk berlangsungnya kehidupan. 

Kebutuhan Pakan Lele



Kebutuhan Pakan Lele


Pemberian jumlah pakan mampu diperhitungkan dengan berat lele. Hal ini dimaksudkan agar pemberian pakan mampu dilakukan dengan efisien. Cara atau tip menghitung kebutuhan pakan lele. 

Untuk meminimalkan biaya pengadaan pakan peternak mampu menggunakan pakan alternative lain atau pakan tambahan. 

Di depan telah dikemukakan bahwa pakan yg diberikan kepada lele mampu juga pakan dari campuran bahan-bahan yg mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. 


Contohnya bahan dedak, bungkil kacang, bungkil kelapa, dan daun-daunan  merupakan pakan tambahan yg mampu diberikan pada lele. 

Sebagai acuan jumlah pakan campuran yg sebaiknya diberikan pada lele dalam kolam berkisar antara 3-5% kali berat lele seperti halnya acuan yg digunakan dalam pemberian pellet sebagai pakan utama untuk lele. 

Baca dulu yuk,.

Bisnis Ikan Lele yg Menguntungkan Omset Jutaan

Cara Menghitung Pakan Lele Perhari

Trubus 2001 melaporkan metode lain untuk menghitung kebutuhan pakan lele mulai dari penebaran benih hingga lele dipanen. 

Berdasarkan pengalaman peternak lele di jawa barat yg terhitung sukses kebutuhan pakan data diperkirakan dari jumlah penebaran benih lele dalam kolam. 

Dikondisikan semua pakan sekali tebar mampu langsung habis dimakan lele. Hal itu mampu dicapai dengan cara membagikan pakan pada lele pada waktu yg tepat dan teratur setiap harinya. 

Demikian juga dengan tempat penebaran pakan. Hal ini dimaksudkan agar lele hafal betul dengan pengkondisian waktu dan tempat saat datangnya pakan sehingga lele akan berkumpul semua di situ. 

Dengan begitu semua pakan yg diberikan ke kolam akan termakan semua oleh lele. andaikan seluruh makanan yg diberikan langsung di makan sampai habis, maka tidak akan terjadi timbunan sisa makanan yg mampu menimbulkan racun pada kolam. 

Pemberian pakan sebaiknya di atur selama masa pemeliharaan. Sekitar 45-50 hari. Caranya dengan menggunakan feeding system, adalah menghitung
kebutuhan pakan perhari menurut bobot ikan seperti telah dicontohkan dalam perhitungan dihalaman sebelumnya. 

Pemberian pakan secara teknis tidak dilakukan sekaligus pada saat waktu, tetapi pada tahap awal pakan ditebarkan separuh dosis dulu baru kemudian sekiranya lele-lele  dalam kolam sampai lele terlihat malas menyebut pakan. 

Dua minggu menjelang panen, persentase pakan harus sekitar 2%-3% dari bobot total. 

Pemberian Pakan Lele Berdasarkan Umur

Trubus 2001 melaporkan terdapat metode lain dari yg telah dikemukakan tersebut mengenai pemberian kebutuhan pakan lele yg dipelihara secara intensif yg menambah pakan secara berkala sesuai umur tebar. 

Sebagai patokan awal merupakan kepadatan tebar. Misalnya padat tebar dalam kolam pemeliharaan 15000 ekor diberi paka awal sekitar 10-15 kg selama 2 minggu pertama. 

Dua minggu berikutnya volume pakan di naikkan secara teratur antara 5-10 kg. pakan mampu dinaikkan atau diturunkan sesuai nafsu makan. 

Pakan tersebut di taburkan secara merata agar setiap ikan memiliki peluang mendapatkan jatah yg sama. 

Waktu pemberian pakan sayogyanya dilakukan selain siang hari. dikarenakan pada saat itu suhu di permukaan air meningkat yg mampu menyebabkan ikan stres. Ikan yg stress akan mengalami penurunan nafsu makan. 

mampu saja terjadi ukuran lele yg dipelihara dalam satu kolam tidak seragam meskipun mendapatkan perlakuan yg sama. Hal itu sangat mungkin terjadi terutama andaikan ukuran benih lele yg ditebarkan saat awal pemeliharaan lele sudah tidak seragam. 

Pada saatnya ukuran lele yg tidak seragam mampu menimbulkan masalah tersendiri antarsesama lele dalam satu kolam adalah terjadinya kanibalisme.

Ketidakseragaman ukuran lele-lele dalam satu kolam pemeliharaan mampu di atasi dengan pemberian pakan menurut ukuran dan kandungan protein yg berbeda. 

Pelet yg ditebar pertama kali berukuran besar dengan kandungan protein 25%. Ini untuk merangsang ikan besar menyergap pakan lebih dulu. 

Kesempatan berikutnya diberikan ikan kecil dengan menebar pelet lembut dengan kandungan protein pada pellet yg diberikan tinggi adalah 27%. Perbedaan kadar protein pada pellet ikan mampu seragam. 

Baca ini:

Cara Bisnis Ikan Lele yg Menguntungkan untuk Pemula

Pengontrolan Pertumbuhan Lele

Pemeliharaan lele dalam kolam secara intensif dilakukan tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan pakan lele. 

Tetapi pada saat-saat tertentu secara berkala  dilakukan pengontrolan kondisi, baik kondisi kolam sebagai tempat pembesaran ataupun pertumbuhan lele itu sendiri. 

Pengontrolan dalam hal ini tidak ubahnya seperti kegiatan pengawasan terhadap pertumbuhan lele yg dibudidayakan dalam kolam. 

Secara teknis operasional pengontrolan dilakukan untuk memastikan bahwa usaha pembesaran lele yg dilakukan berjalan sesuai dengan yg diinginkan atau direncanakan. 

Pengontrolan juga dimaksudkan untuk memantau kemungkinan timbulnya masalah-masalah pada saat pembesaran lele. 

andaikan di tengarai atau diketahui terdapat masalah tertentu seputar kolam dan pertumbuhan lele yg dibudidayakan sebaiknay tidak perlu menunda waktu lagi untuk segera dicarikan solusinya. 

Permasalahan Budidaya Lele yg Sering Terjadi


Masalah yg mampu terjadi atau di alami selain kebutuhan pakan lele dalam kolam misalnya media untuk hidup lele adalah air. 

andaikan air dalam kolam pemeliharaan lele di tengarai sangat kotor, maka air kolam tersebut segera dikuras. 

Masalah lain misalnya andaikan pakan yg diberikan tidak seimbang dengan jumlah lele dalam kolam atau terlalu sedikit, maka pemberian pakan pada lele segera ditingkatkan jumlahnya. 

Masalah yg lain barangkali dalam kolam dijumpai terdapat lele yg sakit, maka tidak perlu mengulur-ulur waktu bagi lele yg sakit tersebut segera di obati.

Segera di obati, atau lele banyak yg mengambang dipermukaan mampu dicari penyebabnya untuk kemudian segera di atasi, dan lain-lain. 

Dengan demikian pengontrolan secara rutin dirasa sangat penting demi menjaga keberlangsungan usaha budidaya lele intensif. 

Hal-hal yg penting dilakukan dalam tindakan pengontrolan, misalnya pertumbuhan lele, kesehatan ikan lele, dan mewaspadai kehadiran hama dan penyakit dalam kolam.
Tip mengontrol pertumbuhan lele dalam kolam pemeliharaan dilakukan dengan cara mengambil lele sebagai sampel kemudian ditimbang. 

Pengontrolan atau pengecekan pertumbuhan lele secara intensif harus sudah diprogram begitu benih lele ditebarkan ke dalam kolam. 

Misalnya pengecekan di jadwalkan setiap minggu atau 10 hari sekali. Langkah demikian membantu memperkirakan jumlah pakan yg seharusnya diberikan kepada lele dalam kolam. 

andaikan saat pengecekan ditengarai terdapat lele yg terserang bibit penyakit atau sakit, maka ikan tersebut segera di ambil dan di obati. 

Tip atau cara pengobatan penyakit pada lele beserta jenis obat yg digunakan hendak dikemukakan dalam bab tersendiri dalam pembahasan lalu ini. 

Bibit penyakit menyerang lele dalam kolam dikarenakan lingkungan air yg kotor atau tercemar. Untuk itu tindakan pengurasan atau penggantian air perlu dilakukan secara rutin. 

Pemeliharaan Kolam Lele

Pengurasan atau penggantian air kolam tidak harus dilakukan setiap hari, tetapi cukup dilakukan 3-5 hari sekali. 

Pengurasan air tidak perlu dilakukan setiap hari maksudnya agar tindakan itu tidak terlalu menguras tenaga. 

Selain hal itu yg juga penting diperhatikan merupakan pengurasan secara berkala dilakukan sembari menunggu pertumbuhan lele hingga lele memiliki kekuatan fisik yg baik sehingga ketika dipindah-pindahkan lele tidak mengalami cacat fisik atau stres. 

Mengecek kesehatan lele yg dibudidayakan dalam kolam dilakukan dengan melihat gerakan lele ketika makan atau habis tidaknya pakan yg diberikan. 

andaikan lele lambat makan, maka ada kemungkinan nafsu makan lele turun efek stress atau sakit. 

andaikan dalam kolam tengarai lele tidak mau makan, maka peternak segera mencari tahu penyebabnya kemudian dicarikan cara pemecahannya. 

andaikan hal tersebut tidak segera mampu diatasi, maka lama kelamaan kondisi lele menjadi semakin lemah dan pada akhirnya mati. 

Tip untuk menengarai atau untuk mampu mengecek kesehatan dan pertumbuhan lele dikolam pemeliharaan mampu menggunakan anco atau jala untuk mengambil sampling ikan lele. 

Anco ialah alat untuk menangkap atau menjaring lele bentuknya bulat atau segi empat. Cara menggunakan anco adalah ke dalam anco dimasukkan segenggam pellet. 

Kemudian anco yg telah diisi pelet tersebut diturunkan ke dalam kolam pemeliharaan lele. Anco dimasukkan ke dalam kolam pelan-pelan dan setelah terendam selama 15 menit anco mampu dinaikkan. 

Banyak atau sdikitnya pellet yg masih tertinggal dalam anco digunakan sebagai pendekatan untuk memperkirakan lele sehat atau sedang menghadapi masalah (sakit). 

Menjaga keutuhan lele-lele yg dipelihara dalam kolam agaknya juga penting dengan mengadakan pengontrolan terhadap lingkungan sekitar kolam, menjaga keamanan kolam dari ancaman hewan luar, seperti musang, burung dan lain-lain. Untuk itu perlu diperhatikan dan dikontrol keadaan pagar kolam. 

andaikan terdapat pagar yg rusak dan hal itu memungkinkan hewan luar mampu masuk ke dalam kolam memangsa lele, maka pagar segera dibenahi sampai kolam aman kembali.

Baca yuk,.

Cara Memelihara Ikan Lele yg Baik dan Benar

Penyortiran Lele – Menghitung FCR Lele


Dalam satu kolam pemeliharaan lele efek ukuran lele tidak seragam mampu menyebabkan terjadinya kanibalisme antarlele. 

Ukuran lele yg tidak seimbang juga mampu menimbulkan masalah tersendiri sewaktu pemberian pakan. Lele dengan ukuran tubuh lebih besar mampu mendapatkan pakan lebih banyak dibandingkan dengan lele dengan ukuran tubuh lebih kecil. 

malah lele dengan ukuran tubuh lebih besar mampu memangsa lele yg ukuran tubuhnya lebih kecil. 

Untuk menghindari hal itu tidak terjadi, maka dilakukan penyortiran lele-lele dalam satu kolam pemeliharaan. Penyortiran lele idealnya dilakukan secara berkala setiap 10 hari atau 2 minggu sekali. 

Penyortiran lele perlu dilakukan agar pemberian pakan mampu mengenai sasaran yg tepat. 

andaikan lele – lele yg berada dalam kolam ukuran atau besarnya seimbang, maka mereka juga akan seimbang untuk mendapatkan pakan yg diberikan ke dalam kolam. 

Antara lele yg satu dengan yg lain yg hidup dalam satu kolam pemeliharaan tidak aka nada persaingan untuk mendapatkan pakan. 

Tahap-tahap penyortiran peralatan lele dalam usaha pembesaran lele di kolam pemeliharaan dilakukan sebagai berikut: 

Pertama-tama disiapkan peralatan sortir yg diperlukan berupa selang, serokan, baskom sortir, dan baskom penampungan. 

Disiapkan satu kolam pemeliharaan untuk menampung dan memelihara lele hasil sortiran. 

Tahap berikutnya mengurangi jumlah air dalam kolam pemeliharaan. Pengurangan air dilakukan menggunakan selang dengan bantuan mesin sirkulasi hingga ketinggian air mencapai 5 cm. 

Dilakukan penyerokan lele menggunakan serokan kain, kemudian di tuangkan ke dalam baskom sortir yg ditempatkan persis di atas baskom penampungan. 

Lele yg disortir akan tertinggal di dalam baskom sortir, sedangkan lele yg tidak lolos sortir akan berada di baskom penampungan. 

Lele di baskom sortir dipindahkan ke dalam baskom penampungan hasil sortiran. Lele dibaskom penampungan dikembalikan ke dalam kolam pemeliharaan semula. 

Sementara itu, lele hasil sortir dipindahkan ke dalam kolam pembesaran yg lain. 

Kini telah didapatkan lele dengan ukuran seragam dalam satu kolam pemeliharaan yg sama. 


Data ini sesudahitu mampu digunakan untuk pedoman pemberian pakan masa pemeliharaan lele sesudahitu. 

Perbedaan Pertumbuhan Keragaman Lele

Penyebab terjadinya perbedaan pertumbuhan lele-lele dalam satu kolam meskipun diperlukan sama dikarenakan ukuran benih lele saat ditebarkan ke kolam pemeliharaan sudah tidak sama dan adanya sifat genetik (bawaan) lele yg bersangkutan. 

Ada lele yg cepat tumbuh besar, tetapi ada pula lele yg pertumbuhannya lambat alias kuntet. Ketidakseragaman ukuran lele saat dipanen berpengaruh terhadap harga jual lele setelah dipanen. 

Untuk itu kebutuhan pakan lele perlu kamu perhatikan ketika membuka usaha sistem intensif lahan luas agar mendapatkan hasil yg maksimal dengan meraih keuntungan yg lebih besar.

Advertisement
Kebutuhan Pakan Lele Per Hari Sampai Panen 1000 – 2000 Ekor | Kamikaze | 4.5
Caramancingikan.com Merupakan Website Informasi Tentang Seputar Cara Memancing Dan Harga Alat Pancing Yang Bisa Anda Dapatkan Diberbagai Tempat Seperti di kota Bandung Soreang |Pematang siantar | Penajam (Kaltim) | Mataram (Lombok) | Lumajang | Melak | Pare-Pare | Mojokerto | Samarinda | Pangkalpinang | Pontianak | Probolinggo | Purwakarta (Jabar) | Purwokerto (Jateng) | Sidrap| Riau | Salatiga | Bekasi Cikarang | Bogor Cibinong| Ciamis| Cianjur Cianjur| Cirebon | Singkawang | Samboja (Kaltim) | Sangatta | Sanur | Soppeng| Sengkang | Sentul | Serang | Nganjuk | Nunukan | Padang | Mamuju | Palembang | Sidoarjo | Rembang | Singaraja | Pinrang | Sintang | Situbondo | Tangerang | Semarang | Sorong | Sorowako | Subang | Sumedang | Sukabumi | Surabaya | Tabanan |Ternate | Tanah Grogot (Kaltim) | Solo | Tanjung karang | Tanjung Pinang | Tanjung Tabalong | Yogyakarta| Tasikmalaya | Tana_Toraja | Tegal | Tenggarong | Timika | Mungkid | Pati | Pekalongan | Kajen | Pemalang | Tuban | Tulung Agung | Ungaran | Tarakan Bandung Barat Ngamprah | Garut | Indramayu | Karawang | Kuningan | Majalengka | Purwakarta | Subang | Sukabumi | Pelabuan ratu | Sumedang | Singaparna | Bandung | Banjar | Bekasi | Bogor | Cimahi | Cirebon | Depok | Sukabumi | Cisaat | Tasikmalaya | Banjarnegara | Banyumas | Purwokerto | Batang | Blora | Boyolali | Brebes | Cilacap | Jepara | Karanganyar | Kebumen | Kendal | Demak | Grobogan | Purwodadi | Klaten | Kudus | Magelang | Purbalingga | Purworejo | Rembang Rembang|Semarang Ungaran|Sragen Sragen Malinau | Manado | Manokwari | Kutai | Nabire | Negare (Bali) | Palopo | Palu | Polman | Merauke | Paser (Kaltim) | Pasuruan | Pati | Pekalongan | Pekanbaru | Bangkalan Bangkalan | Banyuwangi Banyuwangi | Blitar Kanigoro | Bojonegoro Bojonegoro | Bondowoso | Gresik | Jember | Jombang | Kediri | Lamongan | Lumajang | Madiun | Magetan | Malang | Kepanjen | Mojokerto Mojokerto | Nganjuk | Ngawi Ngawi | Pacitan | Pamekasan | Pasuruan | Ponorogo | Probolinggo | Kraksaan | Sampang | Sidoarjo | Situbondo | Sumenep | Trenggalek | Tuban | Tulungagung | Kota Batu | Kota Blitar | Kota Kediri | Kota Madiun | Kota Malang | Kota Mojokerto | Kota Pasuruan | Kota Probolinggo | Kota Surabaya