Nama Wadah Budidaya Ikan Konsumsi dan Ikan Hias

Advertisement

Nama Wadah Budidaya Ikan Konsumsi dan Ikan Hias Di Update Juli 2018

Nama Wadah Budidaya Ikan caramancingikan.com Sudah tahu nama wadah budidaya ikan jenis ikan konsumsi yg dibudidayakan gambar bentuk wadah budidaya? Atau ingin tahu desain dan kontruksi wadah budidaya ikan hias?

Sebelum memulai suatu usaha budidaya patin secara intensif, hal yg pertama kali dipersiapkan ialah lahan usaha atau lokasi tempat usaha dijalankan. 

Hal ini sangat penting karena dengan memilih atau menyiapkan lokasi usaha yg tepat diharapkan usaha tersebut akan berjalan sebagaimana yg diharapkan. 

Pemilihan lokasi usaha harus mempertimbangkan beberapa aspek teknis, sosial, ekonomi, dan pasar. Dengan begitu, selama proses budidaya berlangsung tidak akan ditemui kendala yg menghambat usaha tersebut. 

Lahan budidaya untuk pendederan berupa kolam dan jaring, sedangkan untuk pembesaran bisa berupa kolam, jaring apung, dan sangkar atau karamba. 

Penyiapan lokasi untuk kegiatan pembenihan secara intensif dibahas secara khusus pada bab tersendiri yg sudah lewat. Berikut kita akan membagikan gambaran nama wadah budidaya ikan baik untuk hiasan maupu sebagai ikan konsumsi.

Nama Wadah Budidaya Ikan

Nama Wadah Budidaya Ikan


Sebelum menentukan nama wadah budidaya ikan tersebut, ada beberapa aspek yg harus dipenuhi. 

Aspek sosial dan ekonomi 

Ada beberapa aspek sosial yg harus menjadi pertimbangan dalam memilih lokasi usaha budidaya, adalah sebagai berikut. 

1. Lingkungan hidup harus terjaga dengan baik, dengan pengertian bahwa usaha budidaya patin tidak akan merusak lingkungan yg sudah ada.

2. andaikan menggunakan tenaga kerja, sebaiknya bisa memanfaatkan tenaga kerja disekitar lokasi, hal tersebut di maksudkan untuk mengurangi pengangguran. 

3. Sumber daya alam disekitar lokasi bisa termanfaatkan, terutama sarana dan prasarana penunjang kegiatan usaha. 

4. Lokasi usaha harus dekat dengan tempat pemasaran, sehingga produksi yg dihasilkan cepat sampai ke konsumen. 

5. Tersedianya sarana dan prasarana yg menunjang kegiatan, seperti sarana produksi, sarana transportasi, serta sarana informasi. 

6. Faktor lain yg tidak kalah pentingnya ialah keamanan lokasi harus terjamin. 

Baca ini: Budidaya Ikan Di Pekarangan Rumah Tambah Penghasilan

Aspek budidaya 

Nama Wadah Budidaya Ikan



andaikan ditinjau dari aspek budidaya, ada beberapa persyaratan yg harus dipenuhi untuk budidaya ikan patin. 

Kolam 

1. Sumber air 

Air adalah faktor mutlak dalam kegiatan budidaya patin. Keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh air ialah media hidup ikan patin yg paling utama. 

Sumber air bisa berasal dari saluran irigasi teknis, sungai, atau sumber air lainnya. Meskipun ikan patin tidak membutuhkan sumber air yg senantiasa mengalir sepanjang waktu, untuk unit pembenihan (batchtery) satu hal yg harus terpenuhi ialah kondisi airnya harus bersih. 

Untuk itu, andaikan sulit mendapatkan sumber air irigasi yg baik, sumber airnya bisa diusahakan berupa sumur biasa (sumur pompa). 

2. Kualitas air 

Kualitas air penting untuk diperhatikan dalam budidaya patin. Air yg kurang baik bisa menyebabkan ikan mudah terserang penyakit. 

Ada beberapa variabel penting yg berhubungan dengan kualitas air. 

Veriabel – veriabel tersebut ialah yg berhubungan dengan sifat kimia air (mengandung oksigen, karbondioksida, ph), zat – zat beracun, dan kekeruhan air. 

Selain memiliki sifat kimia di atas, air juga memiliki sifat-sifat fisika, di antaranya yg berhubungan dengan suhu, kekeruhan, dan warna. 

Kandungan oksigen dan karbondioksida 

Dalam bernafas, ikan patin mengisap oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. 

Kandungan oksigen sangat bertentangan dengan kandungan karbondioksida didalam air. 

Oksigen yg terlarut di dalam air bisa berasal dari hasil proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari, atau berasal dari udara luar melalui proses difusi dipermukaan air. 

Ikan patin termasuk salah satu jenis ikan yg cukup tahan dengan kekurangan oksigen didalam air, hampir sama halnya dengan ikan lele. 

kalau kandungan oksigen didalam air kurang, ikan patin akan mengambil langsung oksigen di udara bebas. apalagi ikan patin bisa bertahan hidup selama beberapa saat di darat. 

Pada usaha intensif, kandungan oksigen yg baik minimal 4 mg/liter air, sedangkan kandungan karbondioksida kurang dari 5 mg/liter air. 

Alat yg digunakan untuk mengukur kandungan oksigen dan karbondioksida yg terlarut didalam air ialah water quality test kit atau alat pengukur kualitas air. 

Derajat keasaman (ph) 

Derajat keasaman atau yg lebih populer dengan sebutan ph adalah ukuran konsentrasi ionhidrogen yg mmenunjukkan suasana asam atau basa suatu perairan. 

Derajat keasaman suatu perairan dipengaruhi oleh konsentrasi karbondioksida dan senyawa yg bersifat asam. Nilai ph ialah antara 1 – 14, dan angka 7 adalah ph normal. 

Umumnya pada sianghari ph suatu perairan meningkat. Hal tersebut dikarenakan pada siang hari berlangsungnya proses fotosintesis. 

Pada proses ini tanaman air atau fitoplankton mengonsumsi karbondioksida. Sebaliknya, pada malam hari kandungan ph suatu perairan akan menurun karena tanaman air dan fitoplankton mengonsumsi oksigen dan menghasilkan karbondioksida. 

Derajat keasaman yg baik untuk budidaya patin ialah antara 5 – 9. Alat sederhana yg digunakan untuk megukur derajat keasaman air ialah kertas lakmus yg bisa diperoleh di apotek atau toko alat-alat perikanan.

Penggunaan alat tersebut cukup mudah, hanya dengan mencelupkan satu lembar kertas lakmus ke dalam air selama beberapa saat. Kertas tersebut akan berubah warnanya. 

setelahitu cocokkan warna kertas lakmus tersebut dengan warna yg terdapat dikotak petunjuk sehingga akan diketahui ph air yg diukur. 

Zat beracun 


Salah satu zat beracundidalam air yg berbahaya bagi kehidupan ikan patin ialah amoniak. Gas yg berbau sangat menusuk ini bisa berasal dari proses metabolisme ikan atau dari proses pembusukan bahan organik yg dilakukan oleh bakteri. 

Sebetulnya amoniak ada dua macam, adalah amoniak bukan ion (NH3) dan amoniak (NH4). 

Amoniak adalah racun bagi ikan. Biasanya muncul kalau fitoplankton banyak yg mati kemudian diikuti oleh penurunan ph karena kandungan karbondioksida meningkat. 

Batas konsentrasi kandungan amoniak yg bisa mematikan kehidupan ikan patin ialah antara 0,1 – 0,3 mg/liter air. 

yg digunakan untuk mengukur senyawa beracun yg terkandung didalam air berharga agak mahal karena alat ini ada yg sudah menggunakan teknologi digital serta bisa mengukur berbagai jenis senyawa beracun didalam air. 

Kekekeruhan

Kekeruhan suatu perairan adalah kebalikan dari kecerahan air. Kekeruhan bisa dikarenakan oleh berbagai partikel, bahan organik, sampah, atau plankton. 

Kekeruhan yg baik ialah yg dikarenakan oleh plankton. Kekeruhan bisa mempengaruhi cahaya matahari yg masuk ke dalam air. 

Alat yg digunakan untuk mengetahui kekeruhan suatu perairan ialah seechi disk. Alat ini berbentuk bulat dengan garis tengah 25 – 30 cm, terbuat dari lempengan besi atau kayu yg diberi warna hitam – putih secara menyilang. 

Alat ini bisa dibuat sendiri. Untuk memudahkan dalam mengetahui kekeruhan, alat ini diberi tali berskala di pusat lempengannya. 

Pemakaiannya ialah dengan cara memasukkannya secara perlahan-lahan kedalam air hingga tenggelam dan warna hitam-putihnya tidak tampak. 

Skala tali menunjukan tingkat kekeruhan air. Misalnya, skala menunjukkan angka 50, berarti kekeruhan airnya ialah 50. Patokan kategori kekeruhan air. 

Baca juga yuk,.Mancing Ikan Patin? Ini Dia Umpan Terbaik Di Alam Liar

Kualitas air 

Nama Wadah Budidaya Ikan



Kualitas air ialah jumlah air yg diperlukan untuk mengaliri suatu unit perkolaman atau lebih populer dengan sebutan debit air. Jumlah air yg dibutuhkan untuk setiap subsistem dalam budidaya patin berbeda – beda. 

Kebutuhan air untuk kegiatan pembenihan ikan berbeda dengan pendederan serta pembesaran. Pengetahuan berkenaan kebutuhan jumlah air ini akan memberi keuntungan kepada kita karena kita bisa mengoptimalkan penggunaan air. 

Menentukan debit air bisa dilakukan dengan dua cara, adalah secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung bisa dilakukan dengan meletakkan ember dipintu air yg masuk ke dalam kolam. 

Catat berapa waktu yg diperlukan sampai ember tersebut penuh. Dengan cara ini akan diketahui debit air tersebut, adalah volume air di ember dibagi dengan waktu (menit atau detik), misalnya 0,5 liter/detik atau 10 liter/menit.

Secara tidak langsung bisa dilakukan pada saluran air yg akan masuk ke komplek perkolaman. 

Pertama – tama tentukan jarak saluran, lalu ukur lebar rata-rata saluran dan tinggi rata – rata air pada saluran tersebut. 

Siapkan pelampung dan lepaskan dihulu saluran. Jenis pelampung yg digunakan bisa bermacam-macam. Salah satu jenis yg mudah didapat ialah sandal jepit atau sejenisnya. 

Setelah pelampung dilepaskan, hitung berapa detik atau menit waktu yg diperlukan pelampung untuk sampai pada jarak yg telah ditentukan semula. Dengan demikian akan bisa diketahui debit air saluran. 

Tanah 

Sebelum menemukan nama wadah budidaya ikan, sebaiknya koreksi dulu tempat atau area yg akan didirikan bangunan.

Selain air, tanah adalah faktor mutlak dalam kegiatan budidaya patin, khususnya untuk pendederan dan pembesaran. 

Dalam membuat suatu unit usaha, kita harus memperhatikan sifat-sifat tanah. Hal pokok yg harus diperhatikan ialah tanah pematang kolam harus kokoh sehingga bisa menahan masa air. 

Ada beberapa jenis tanah yg bisa dibuat kolam, adalah tanah liat atau lempung berpasir, tanah terapan, tanah berfraksi kasar, dan tanah berpasir. 

Tanah liat berpasir sangat mudah dibentuk, tidak mudah pecah, dan tidak melekat ditangan. Untuk tiga jens tanah terakhir, pematang kolam harus ditembok atau dibeton guna menghindari bocoran. 

Baca juga: Jenis Umpan Hidup yg Paling Banyak Dicari dan Terbukti

Nama Wadah Budidaya Ikan – Jaring Apung  

Nama Wadah Budidaya Ikan - Jaring Apung



Nama wadah budidaya ikan patin yg pertama ialah jaring apung.

Tidak semua perairan umum bisa dijadikan tempat pemeliharaan ikan patin dengan menggunakan jaring apung. Ada beberapa kriteria teknis ataupun ekonomis yg harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi usaha. 

Waduk, danau, situ, dan sungai bisa dijadikan tempat pemeliharaan ikan patin dengan menggunakan jaring apung. 

Ada beberapa waduk yg sudah banyak dimanfaatkan untuk usaha pembesaran secara intensif beberapa jenis ikan, antara lain waduk jatiluhur, cirata, dan saguling, kedung ombo, gajah mungkur, wadas lintang, dan mrica. Luas totalnya diperkirakan mencapai 50.000 ha. 

Danau – danau yg potensial untuk pemeliharaan ikan patin dijaring apung ialah danau laut tawar di aceh, danau toba di sumatra utara, danau maninjau dan danau singkarak di sumatra barat, danau ranau di bengkulu , danau tondano di sulawesi utara, danau poso di sulawesi tengah, danau limboto dan danau beratan di bali. 

Luas danau yg bisa di manfaatkan untuk pemeliharaan ikan dijaring apung hanya 1,6%,nya. 

Hal ini terkait dengan fungsi danau itu sendiri yg juga di manfaatkan untuk keperluan lain, seperti pariwisata. Juga terkait dengan kondisi lokasinya yg tidak semua bagiannya cocok untuk penempatan jaring apung.     

Penempatan jaring apung diperairan umum di anjurkan di jalur arus horisontal. Umumnya, jaring apung di letakkan didaerah muara. 

Maksudnya agar ikan patin selalu mendapat suplai air serta kandungan oksigen yg terlarut juga tinggi. Selain itu, pergerakan air akan bisa membantu menghanyutkan sisa – sisa kotoran atau bahan organik. 

Sebaiknya hindari penempatan jaring di perairan luas dan terbuka. Perairan seperti ini memungkinkan terjadinya gelombang dan tiupan angin kencang yg bisa mengancam keamanan jaring apung. 

Kedalaman air juga harus diperhatikan. Diperairan air yg mengalir, kedalaman jaring apung minimal 3 meter. Diperairan yg tidak mengalir, jaring apung ditempatkan minimal pada kedalaman 5 meter. 

Kualitas perairan sangat mendukung keberhasilan usaha budidaya patin dijaring apung. Ada beberapa kriteria kualitas air yg perlu diperhatikan, adalah meliputi sifat fisik, kimia, dan biologi. 

Secara biologi, penilaian kualitas air di dasarkan pada tingkat atau derajat kesuburannya. Derajat kesuburan ditentukan oleh kandungan mikro organisme berupa plankton. 

Tingkat kesuburan waduk atau danau di bagi menjadi 3, adalah perairan yg tingkat kesuburannya rendah, sedang, tinggi. 

Untuk usaha pembesaran patin secara intensif di jaring apung, sebaiknya dipilih perairan yg tingkat kesuburannya rendah sampai sedang. 

Pasalnya, kalau dipelihara di perairan yg tingkat kesuburannya tinggi, pada malam hari akan terjadi perebutan oksigen antara plankton dan ikan patin yg dipelihara. 

Kriteria kualitas air secara fisika dan kimia untuk budidaya ikan patin di jaring apung pada prinsipnya hampir sama saja dengan ikan – ikan lainnya. 

Kantung jaring apung yg digunakan untuk pembesaran patin sebenarnya tidak mempunyai kriteria khusus, sama dengan jaring apung yg digunakan untuk pembesaran ikan jenis lainnya. 

Ukuran benang jaring disesuaikan dengan ukuran ikan yg akan dipelihara. Karena ikan patin tergolong ikan yg mempunyai tenaga cukup kuat, disarankan menggunakan jaring polietilen nomor 240 D/12 dengan mata jaring 1 inci atau 2,5 cm. 

Sebagai tempat untuk menempelkan jaring apung dibuatkan rakit dari bahan yg berharga murah sampai yg berharga mahal, seperti bambu, kayu atau besi siku. Setiap bahan memiliki ketahanan yg berbeda – beda. 

Bambu dan kayu lebih cepat rusak di bandingkan dengan besi siku. Bahan pelampung untuk rakit ialah drum berkapasitas 200 liter atau drum plastik bekas. 

Jumlah pelampung yg digunakan disesuaikan dengan kebutuhan. Bahan tambahan lain yg diperlukan ialah jangkar yg berfungsi untuk menahan rakit agar tidak hanyut terbawa arus perairan. 

Satu hal yg mengancam keselamatan ikan patin yg dipelihara di jaring apung ialah terjadinya umbalan air, berupa naiknya massa air dari dasar ke permukaan secara tiba – tiba. 

Hal ini umumnya terjadi pada awal musim penghujan, saat terjadi penurunan suhu secara mendadak pada lapisan permukaan pengaruh hujan deras yg terjadi secara tiba-tiba. 

Di perairan yg kondisi dasarnya relatif bersih, hal ini tidak berpengaruh terlalu buruk. akantetapi, diperairan yg dasarnyakotor tercemar limbah, hal ini akan mengancam keselamatan ikan di jaring apung. 

Pasalnya, masa air yg naik dari dasar ke permukaan akan membawa senyawa – senyawa beracun, seperti NH3 atau H2S3, yg bersifat bisa mematikan ikan patin yg dibudidayakan. 

Kasus seperti ini sering terjadi di waduk atau di danau yg tingkat kepadatan pemeliharaan ikan  di jaring apungnya sudah tinggi, seperti di waduk cirata dan saguling. 

Kalau pemeliharaan tetap dilakukan, untuk menghindari risiko kerugian, sebaiknya setiap memasuki akhir musim kemarau ikan-ikan sudah di panen dan jaring apung dikosongkan. 

Cara lain ialah memindahkan lokasi pemeliharaan ke lokasi lain yg belum tercemar dan sirkulasi airnya terjamin. 

Nama Wadah Budidaya Ikan – Karamba 

Nama Wadah Budidaya Ikan - Karamba



Nama wadah budidaya ikan patin selain bisa dipelihara dikolam dan jaring, juga bisa dipelihara dikaramba. 

Cara pemeliharaan seperti ini banyak ditemukan di daerah padat penduduk, seperti di pulau jawa dan sebagian daerah di sumatra. Karamba umumnya terbuat dari bambu atau kayu dengan ukuran 3 x 2 x 1 m atau di sesuaikan dengan kondisi dan situasi. 

Karamba bisa di tempatkan di sungai, danau, dan waduk. Pemilihan lokasi di dasarkan pada penempatan karamba, adalah karamba yg diletakkan dipermukaan air, karamba yg diletakkan di bawah permukaan air, dan karamba yg diletakkan di pasar perairan. 

Karamba di permukaan air

Karamba yg ditempatkan dipermukaan air terutama digunakan di danau atau waduk yg airnya dalam dan arusnya tenang. 

Karamba ini terbuat dari bambu atau kayu. Penempatannya ialah dengan menenggelamkan 2/3 bagian karamba dan mengapungkan 1/3 bagian sisanya. 

Agar poisinya tetap, karamba diikatkan  dipohon atau di tambatkan pada tambatan yg dibuat khusus. 

Karamba di bawah permukaan air 


Karamba di bawah permukaan air lebih cocok digunakan diperairan yg agak dalam. Penempatannya dilakukan dengan menenggelamkan karamba sampai posisi bagian atasnya berada 20 cm di bawah permukaan air. 

Untuk mempertahankan posisi tersebut, karamba diberi pemberat dari batu, besi, atau bahan lainnya. Agar tidak hanyut, sebaiknya karamba diikatkan dipohon tambatan. 

Karamba di dasar perairan 
Karamba yg ditempatkan didasar perairan umumnya digunakan di perairan yg sempit dan tidak terlalu dalam. 

Perairan yg cocok untuk karamba terebut ialah sungai – sungai kecil dengan lebar kurang lebih 2 m. Dasar perairan sebaiknya agak keras karena digunakan sebagai alas karamba.

Itulah beberapa nama wadah budidaya ikan untuk jenis ikan konsumsi yg paling sering dipakai oleh petani dalam memelihara membesarkan ikan.

Advertisement
Nama Wadah Budidaya Ikan Konsumsi dan Ikan Hias | Kamikaze | 4.5
Caramancingikan.com Merupakan Website Informasi Tentang Seputar Cara Memancing Dan Harga Alat Pancing Yang Bisa Anda Dapatkan Diberbagai Tempat Seperti di kota Bandung Soreang |Pematang siantar | Penajam (Kaltim) | Mataram (Lombok) | Lumajang | Melak | Pare-Pare | Mojokerto | Samarinda | Pangkalpinang | Pontianak | Probolinggo | Purwakarta (Jabar) | Purwokerto (Jateng) | Sidrap| Riau | Salatiga | Bekasi Cikarang | Bogor Cibinong| Ciamis| Cianjur Cianjur| Cirebon | Singkawang | Samboja (Kaltim) | Sangatta | Sanur | Soppeng| Sengkang | Sentul | Serang | Nganjuk | Nunukan | Padang | Mamuju | Palembang | Sidoarjo | Rembang | Singaraja | Pinrang | Sintang | Situbondo | Tangerang | Semarang | Sorong | Sorowako | Subang | Sumedang | Sukabumi | Surabaya | Tabanan |Ternate | Tanah Grogot (Kaltim) | Solo | Tanjung karang | Tanjung Pinang | Tanjung Tabalong | Yogyakarta| Tasikmalaya | Tana_Toraja | Tegal | Tenggarong | Timika | Mungkid | Pati | Pekalongan | Kajen | Pemalang | Tuban | Tulung Agung | Ungaran | Tarakan Bandung Barat Ngamprah | Garut | Indramayu | Karawang | Kuningan | Majalengka | Purwakarta | Subang | Sukabumi | Pelabuan ratu | Sumedang | Singaparna | Bandung | Banjar | Bekasi | Bogor | Cimahi | Cirebon | Depok | Sukabumi | Cisaat | Tasikmalaya | Banjarnegara | Banyumas | Purwokerto | Batang | Blora | Boyolali | Brebes | Cilacap | Jepara | Karanganyar | Kebumen | Kendal | Demak | Grobogan | Purwodadi | Klaten | Kudus | Magelang | Purbalingga | Purworejo | Rembang Rembang|Semarang Ungaran|Sragen Sragen Malinau | Manado | Manokwari | Kutai | Nabire | Negare (Bali) | Palopo | Palu | Polman | Merauke | Paser (Kaltim) | Pasuruan | Pati | Pekalongan | Pekanbaru | Bangkalan Bangkalan | Banyuwangi Banyuwangi | Blitar Kanigoro | Bojonegoro Bojonegoro | Bondowoso | Gresik | Jember | Jombang | Kediri | Lamongan | Lumajang | Madiun | Magetan | Malang | Kepanjen | Mojokerto Mojokerto | Nganjuk | Ngawi Ngawi | Pacitan | Pamekasan | Pasuruan | Ponorogo | Probolinggo | Kraksaan | Sampang | Sidoarjo | Situbondo | Sumenep | Trenggalek | Tuban | Tulungagung | Kota Batu | Kota Blitar | Kota Kediri | Kota Madiun | Kota Malang | Kota Mojokerto | Kota Pasuruan | Kota Probolinggo | Kota Surabaya