Panen dan Pasca Panen Ikan Sesuai Teknik yg Benar

Advertisement

Panen dan Pasca Panen Ikan Sesuai Teknik yg Benar Di Update Juli 2018

Panen dan Pasca Panen Ikan caramancingikan.com Mencari tahu materi pemanenan ikan? Atau ingin tahu prinsip-prinsip pemanenan ikan?

Panen dan pasca panen ialah serangkaian kegiatan yg mendukung berkembangnya kegiatan budidaya

Rangkaian kegiatan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius bagi pelaksana bisnis dibidang budidaya perikanan air tawar, mengingat hampir semua produk budidaya ikan air tawar harus di pasarkan dalam keadaan hidup. 

jikalau tidak tertangani dengan baik, nilai produk yg dijual mampu dipastikan mengalami penurunan yg cukup tajam. Akibatnya, harga jualnya tinggal setengah dari harga jual ikan hidup. 

Selain itu, pemanenan dan pasca panen pada skala pembenihan memegang peranan yg sangat penting dalam menyiapkan bahan untuk tahapan kegiatan produksi selanjutnya, seringkali dijumpai bahwa hasil produksi pada taraf pembesaran merosot tajam imbas kematian yg cukup besar. 

Hal tersebut dikarenakan tidak baiknya system panen dan pasca panen ikan dari hasil pembenihan. Akibatnya, benih untuk pembesaran menjadi lemah atau kurang baik. 

Panen dan Pasca Panen Ikan

Panen dan Pasca Panen


Pengertian Pemanenan Ikan

Panen atau pemanenan ialah proses pengumpulan hasil produksi dari kegiatan budidaya. 

Panen di bedakan menjadi dua macam, ialah pemanenan serentak dan pemanenan parsial. 

Jenis pemanenan yg digunakan tergantung pada jenis komoditas yg dipelihara. Umumnya, pemanenan serentak dilakukan pada tahap pembenihan pada setiap jenis ikan. 

Jenis Panen Parsial

Sementara pemanenan parsial seringkali dilakukan pada tahap pembesaran pada jenis ikan tertentu, misalnya gurami. 

Panen Total

Pemanenan serentak dilakukan dengan cara menangkap dan menjual semua ikan yg dipelihara. Pemanenan ini dilakukan dengan cara mengeringkan kolam. 

Sementara pemanenan parsial dilakukan hanya pada ikan dengan ukuran tertentu yg diminati konsumen atau pasar. 

Pemanenan parsial ini dilakukan dengan cara menyurutkan sebagian volume air di dalam kolam pemeliharaan. 

Teknik Pemanenan Ikan

Panen dan Pasca Panen Ikan



Prinsip dasar dari pemanenan yg perlu dijaga oleh pelaku bisnis adalah ikan harus mampu tetap hidup setelah ditangkap dan ditampung dalam satu wadah, kecuali pada ikan nila yg dipasarkan di pasar local mampu langsung dimasukkan kedalam bak berisi es batu. 

Berdasarkan prinsip ini, langkah yg perlu diperhatikan dalam pemanenan  ialah tingkat stress yg dialami ikan. 

Semakin sedikit ikan mendapatkan stress maka semakin besar peluang ikan mampu tetap bertahan hidup. 

Pemanenan Benih Ikan

Panen dan Pasca Panen Ikan



Pada pemanenan ditahapan benih, untuk mengurangi stress yg dialami benih ikan maka penggunaan bahan alat tangkap serta proses penangkapan sendiri perlu mendapat perhatian. Bahan alat tangkap yg dianjurkan hendaknya terbuat dari bahan yg halus dan lembut. 

Sementara proses penangkapannya sendiri dilakukan dengan lembut, mulai dari pengurangan air secara bertahap, penggiringan ke tempat pemanenan, serta pengangkatan dengan alat tangkap. 

Selain itu, waktu pelaksanaan panen dilakukan pada saat cuaca tidak panas, sebaiknya pada sore hari. Benih ikan sendiri dipuasakan paling tidak 1 hari sebelum dipanen. 

Walaupun ikan ukuran konsumsi cenderung lebih mampu bertahan daripada benih, pemanenan pada tahap pembesaran juga perlu dilakukan secara halus. 

Poin penting yg perlu diperhatikan pada penangkapan ikan pada  tahap pembesaran ialah tempat penampungan ikan hasil tangkapan harus mempunyai air dengan kualitas yg minimal sama dengan air kolam pembesaran. 

oleh karena itu, pasokan air mengalir pada tempat penampungan ikan sangat mutlak diperlukan. 

Disamping itu, penghentian pemberian pakan pada ikan sehari sebelum panen yg juga dikenal sebagai pemberokan juga mampu menjaga kondisi ikan dan kualitas air saat transportasi. 

Baca juga yuk,.
Cara Panen Ikan Bawal yg Benar
Cara Panen Ikan Nila Agar tidak Menimbulkan Kerugian
Cara Memasarkan Ikan Nila Hasil Budidaya

Penanganan Pasca Panen Hasil Perikanan

Pasca Panen 

Panen dan Pasca Panen Ikan



Kegiatan pasca panen ialah kelanjutan kegiatan pemanenan yg suah dilakukan. 

Sering kali para pembudidaya tidak begitu mempedulikan hal – hal yg perlu diperhatikan pada tahapan ini. 

Sebagai contoh, pada pembenihan ikan mas yg digunakan untuk pembesaran diKJA, ikan-ikan yg selesai dipanen langsung dikemas untuk dikirim dari daerah pembenihan ke daerah pembesaran danau atau waduk. 

Pasca Panen Benih

Kenyataan dilapangan menunjukkan adanya pengangkutan benih sebanyak mungkin pada kantung plastik yg terbatas sebagai langkah penghematan. Padahal, perlakuan ini justru menyebabkan timbulnya kematian yg tinggi pada benih, ialah hingga 20%. 

Pengetahuan berhubungan titik-titik rawan atau penting saat pasca panen akan sangat membantu pelaku budidaya untuk mencegah terjadinya potensi kehilangan melalui beberapa tindakan sederhana. 

Pada prinsipnya, kegiatan pasca panen ialah kegiatan panen dan pasca panen terhadap memburuknya kondisi ikan imbas pengaruh saat proses pemanenan, penampungan, pendistribusian, serta penebaran. 

Tahap Pengumpulan dan Pengangkutan ke Penampungan

Titik rawan selanjutnya ialah pada saat pengumpulan dan pengangkutan ikan ke tempat penampungan. 

Untuk pengangkutan benih ikan dengan tong plastik ukuran 160 cm yg dibelah setengahnya, kepadatan benih ukuran 1 – 3 cm dalam 10 – 15 liter air Antara 5.000 – 10.000 ekor, benih ukuran 3 – 5 cm sebanyak 2.500 – 5.000 ekor, dan benih ukuran 7 – 8 cm atau lebih sebanyak 1000 – 2.000 ekor. 

Tahap Penampungan dan Pengemasan

Titik rawan selanjutnya ialah masa penampungan dan pengepakan dengan kantong plastik berisi oksigen. 

Untuk memulihkan vitalitas benih yg dipanen, benih ditampung terlebih dulu dalam kolam penampungan dengan system air masuk yg cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen benih. 

Lama penampungan hendaknya dilakukan selama 12 jam. tetapi, seringkali hal tersebut dianggap hanya memboroskan waktu. Padahal, dengan menampung selama 12 – 14 jam, benih ikan mendapat kesempatan untuk recovery. 

selanjutnya, pemasukan oksigen ke dalam kantong plastik perlu dilakukan secara perlahan. 

Untuk mencegah ikan stress selama pengangkutan, tambahkan obat antistres yg telah banyak dijual dipasaran, misalnya squil dengan dosis 1 tetes setiap 2 liter air. 

Tahap Pendistribusian 


Penanganan saat transportasi, termasuk pemindahaan kantong plastik dari satu tempat ke tempat lain serta posisi kantong saat ada dikendaraan, juga perlu diperhatikan dalam rangka mengurangi stress pada ikan. 

Pemindahan plastik harus dilakukan secara hati – hati dan penyusunan kantung didalam kendaraan tidak membuat kantung yg berada di bagian bawah tertekan sehingga menyempit atau gepeng/pipih. 

Tahap Penebaran Pasca Panen

Proses adaptasi terhadap lingkungan sebelum dikeluarkan dari kantung plastik juga mempengaruhi terhadap keadaan ikan. 

Dengan membiarkan kantung plastik terendam dalam media yg akan digunakan sebagai tempat pembesaran minimal 1 jam, ikan akan mampu beradaptasi dengan baik dan proses keluarnya ikan pun dilakukan tanpa paksaan. Ikan akan berenang ke luar dengan sendirinya. 

Teknik Pemanenan Ikan dan Pasca Panen Ukuran Konsumsi 

Penanganan pasca panen ikan ukuran konsumsi jauh lebih sederhana dibandingkan pasca panen pada benih. 

Hal tersebut dikarenakan ikan konsumsi umumnya hanya memerlukan waktu satu hari dalam penampungan sebelum habis dipasarkan oleh penjual. 

tetapi, untuk beberapa jenis ikan tertentu yg memerlukan penampilan baik seperti ikan gurami, penanganan pasca panennya perlu diperhatikan dengan lebih seksama. 

Poin terpenting yg perlu diperhatikan pada penanganan pasca panen ikan ialah saat penangkapan. 

Pasca panen ikan gurami hanya dilakukan dengan penangkapan ikan satu per satu tanpa menggunakan jaring atau serokan. 

Sementara untuk jenis ikan lainnya, penangkapan dilakukan dengan menggunakan serokan yg sesuai dengan ukuran ikan. 

Untuk wadah pengangkutan, satu kantong plastik mampu memuat ikan sebanyak 5 – 7 kg, sedangkan tong plastik ukuran 160 liter mampu mengangkut 20 – 25 kg ikan. 

Untuk menjaga kestabilan suhu saat pengangkutan agar tetap dingin, penggunaan batu es akan banyak membantu. Maka perlu disediakan beberapa es batu untuk mempermudah panen dan pasca panen ikan jenis konsumsi. Hal ini mampu menghindari terjadinya kerugian dengan meminimalisir membusuknya ikan di perjalanan.

Advertisement
Panen dan Pasca Panen Ikan Sesuai Teknik yg Benar | Kamikaze | 4.5
Caramancingikan.com Merupakan Website Informasi Tentang Seputar Cara Memancing Dan Harga Alat Pancing Yang Bisa Anda Dapatkan Diberbagai Tempat Seperti di kota Bandung Soreang |Pematang siantar | Penajam (Kaltim) | Mataram (Lombok) | Lumajang | Melak | Pare-Pare | Mojokerto | Samarinda | Pangkalpinang | Pontianak | Probolinggo | Purwakarta (Jabar) | Purwokerto (Jateng) | Sidrap| Riau | Salatiga | Bekasi Cikarang | Bogor Cibinong| Ciamis| Cianjur Cianjur| Cirebon | Singkawang | Samboja (Kaltim) | Sangatta | Sanur | Soppeng| Sengkang | Sentul | Serang | Nganjuk | Nunukan | Padang | Mamuju | Palembang | Sidoarjo | Rembang | Singaraja | Pinrang | Sintang | Situbondo | Tangerang | Semarang | Sorong | Sorowako | Subang | Sumedang | Sukabumi | Surabaya | Tabanan |Ternate | Tanah Grogot (Kaltim) | Solo | Tanjung karang | Tanjung Pinang | Tanjung Tabalong | Yogyakarta| Tasikmalaya | Tana_Toraja | Tegal | Tenggarong | Timika | Mungkid | Pati | Pekalongan | Kajen | Pemalang | Tuban | Tulung Agung | Ungaran | Tarakan Bandung Barat Ngamprah | Garut | Indramayu | Karawang | Kuningan | Majalengka | Purwakarta | Subang | Sukabumi | Pelabuan ratu | Sumedang | Singaparna | Bandung | Banjar | Bekasi | Bogor | Cimahi | Cirebon | Depok | Sukabumi | Cisaat | Tasikmalaya | Banjarnegara | Banyumas | Purwokerto | Batang | Blora | Boyolali | Brebes | Cilacap | Jepara | Karanganyar | Kebumen | Kendal | Demak | Grobogan | Purwodadi | Klaten | Kudus | Magelang | Purbalingga | Purworejo | Rembang Rembang|Semarang Ungaran|Sragen Sragen Malinau | Manado | Manokwari | Kutai | Nabire | Negare (Bali) | Palopo | Palu | Polman | Merauke | Paser (Kaltim) | Pasuruan | Pati | Pekalongan | Pekanbaru | Bangkalan Bangkalan | Banyuwangi Banyuwangi | Blitar Kanigoro | Bojonegoro Bojonegoro | Bondowoso | Gresik | Jember | Jombang | Kediri | Lamongan | Lumajang | Madiun | Magetan | Malang | Kepanjen | Mojokerto Mojokerto | Nganjuk | Ngawi Ngawi | Pacitan | Pamekasan | Pasuruan | Ponorogo | Probolinggo | Kraksaan | Sampang | Sidoarjo | Situbondo | Sumenep | Trenggalek | Tuban | Tulungagung | Kota Batu | Kota Blitar | Kota Kediri | Kota Madiun | Kota Malang | Kota Mojokerto | Kota Pasuruan | Kota Probolinggo | Kota Surabaya